Hukum Ohm – Dua Resistor Seri
FisikaListrik dan rangkaianUsia 14–15
Gunakan di kelas Anda: siswa membukanya lewat tautan atau kode QR, tanpa perlu akun.
Sumber U dengan dua resistor R1 dan R2 yang dirangkai seri. Amperemeter menunjukkan I = U/(R1+R2); elektron bergerak lebih cepat atau lebih lambat bergantung pada kuat arus. Tegangan pada setiap resistor mengikuti hukum Ohm.
Pelajaran: Hukum Ohm, rangkaian seri
Yang ditunjukkan
Pada rangkaian seri hanya ada satu jalur, sehingga arus yang sama mengalir melalui setiap komponen: I = U/(R1 + R2), dengan R1 + R2 sebagai hambatan total. Hukum Ohm yang diterapkan pada tiap resistor memberikan tegangan pada resistor itu, U1 = I·R1 dan U2 = I·R2. Tegangan sumber terbagi sebanding dengan hambatan, sehingga resistor yang lebih besar mendapat bagian tegangan yang lebih besar, dan U1 + U2 = U. Gerak elektron menunjukkan bahwa muatan tidak habis dipakai oleh resistor pertama: arusnya sama di seluruh rangkaian.
Cara menggunakan
Mulailah dengan Tampilkan hasil ukur dimatikan. Ubah Tegangan sumber, Hambatan R1, atau Hambatan R2, amati kecepatan elektron, dan minta siswa memprediksi apakah arus bertambah atau berkurang. Lalu aktifkan Tampilkan hasil ukur untuk memeriksa I, U1, dan U2. Coba buat R2 dua kali R1, bandingkan kedua tegangan, dan pastikan U1 + U2 selalu sama dengan tegangan sumber.
Parameter yang dapat diubah
- Tegangan sumber 1–24 V
- Hambatan R1 1–100 Ω
- Hambatan R2 1–100 Ω
- Tampilkan hasil ukur
Pertanyaan untuk dijelajahi
- Jika R2 diperbesar, apa yang terjadi pada arus dan tegangan pada R1?
- Dengan R1 = 10 Ω, R2 = 20 Ω, dan U = 12 V, berapa nilai U1 dan U2?
- Mengapa arus yang melalui R1 tepat sama dengan arus yang melalui R2?