Menguji sifat bahan dan membandingkan bahan bakar
IPA TerpaduMateri dan bahanUsia 11–12Lab virtual
Gunakan di kelas Anda: siswa membukanya lewat tautan atau kode QR, tanpa perlu akun.
Pilih sebuah bahan (tembaga, aluminium, baja, plastik, kaca, kayu, karet) dan lakukan uji: pasang dalam rangkaian untuk memeriksa daya hantar listriknya, panaskan salah satu ujung batang untuk melihat seberapa cepat panas merambat, gores dengan ujung baja untuk membandingkan kekerasan, atau letakkan di tempat lembap untuk melihat apakah berkarat. Tabel ringkasan di sebelah kanan terisi hasil uji dan menyarankan benda sehari-hari yang dibuat dari bahan itu. Beralihlah ke mode bahan bakar untuk membakar 1 kg kayu bakar, batu bara, alkohol, minyak tanah, bensin, atau LPG: simulasi menghitung kalor yang dilepaskan Q = m·q, berapa liter air yang dapat dididihkan, dan berapa banyak CO₂ yang dilepaskan.
Pelajaran: Bahan dan bahan bakar yang umum digunakan
Yang ditunjukkan
Bahan dipilih berdasarkan sifat yang dibutuhkan untuk suatu kegunaan. Logam seperti tembaga dan aluminium menghantarkan listrik dan panas dengan baik, sehingga cocok untuk kabel dan panci, sedangkan plastik, karet, kaca, dan kayu adalah isolator listrik dan penghantar panas yang buruk, cocok untuk gagang dan pembungkus kabel. Kekerasan dibandingkan dengan skala Mohs dengan menggores memakai ujung baja, dan baja berkarat di tempat lembap jika tidak dilindungi. Untuk bahan bakar, nilai kalor q adalah energi yang dilepaskan per kilogram yang dibakar, sehingga Q = m·q; bahan bakar fosil melepaskan banyak energi tetapi juga CO₂.
Cara menggunakan
Pada mode Uji sifat bahan, pilih Bahan yang diuji dan Uji, tekan Jalankan uji, lalu amati lampu, lilin yang meleleh, goresan, atau karat. Ketuk baris pada tabel ringkasan untuk mengganti bahan dan mengisi keempat kolom, kemudian diskusikan benda apa saja yang cocok untuk setiap bahan. Beralih ke Bakar bahan bakar, bandingkan nilai kalor, pilih Bahan bakar yang dibakar dan Massa bahan bakar yang dibakar, lalu bandingkan kalor yang dilepaskan, liter air yang dapat dididihkan, dan CO₂ yang dihasilkan.
Parameter yang dapat diubah
- Isi Uji sifat bahan, Bakar bahan bakar, bandingkan nilai kalor
- Bahan yang diuji Tembaga, Aluminium, Baja (besi), Plastik, Kaca, Kayu, Karet
- Uji Daya hantar listrik (pasang dalam rangkaian dengan lampu), Daya hantar panas (panaskan salah satu ujung batang), Kekerasan (gores dengan ujung baja), Berkarat / rusak di tempat lembap
- Bahan bakar yang dibakar Kayu bakar kering (q = 10 MJ/kg), Batu bara (q = 27 MJ/kg), Alkohol, etanol (q = 27 MJ/kg), Minyak tanah (q = 44 MJ/kg), Bensin (q = 46 MJ/kg), LPG (q = 46 MJ/kg)
- Massa bahan bakar yang dibakar 0,5–5 kg
Pertanyaan untuk dijelajahi
- Mengapa gagang panci biasanya terbuat dari plastik atau kayu, bukan logam?
- Bahan bakar mana dalam simulasi yang melepaskan kalor paling banyak per kilogram, dan mana yang paling sedikit?
- Selain nilai kalor, kriteria apa lagi yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan bakar?