Ide Pelajaran Fisika Interaktif dengan Simulasi

Diperbarui 2026-10-02

Ide pelajaran fisika interaktif ini adalah sepuluh kegiatan siap pakai yang mencakup topik-topik utama, dari grafik gerak sampai efek fotolistrik. Setiap ide memberi Anda simulasinya, pertanyaan pemandu, apa yang dilakukan siswa dalam dua sampai empat langkah, dan hasil yang seharusnya mereka dapatkan, dengan angka yang diambil dari simulasi itu sendiri. Fisika cocok dengan simulasi: siswa bisa menghilangkan gesekan, memperlambat waktu, membaca gaya yang tidak terlihat, dan mengulang sebuah "praktikum" dua puluh kali dalam satu pelajaran. Dengan begitu waktu kelas bisa dipakai untuk bagian yang sulit, yaitu menjelaskan apa yang terjadi. Semua simulasi gratis di Simulic, dan siswa membukanya dari sebuah tautan atau kode QR tanpa akun.

Untuk rutinitas umum (demo dengan proyektor, tautan yang dikerjakan mandiri, pekerjaan rumah), mulailah dengan cara memakai simulasi interaktif di kelas. Panduan ini membahas lebih dalam isi pelajaran fisika.

Mekanika: gerak, gaya, dan momentum

1. Kapan mobil cepat menyusul mobil lambat?

Kelas 6–8 · Dua mobil bergerak – grafik jarak–waktu

Pertanyaan pemandu: Mobil A melaju 8 m/s. Mobil B melaju 4 m/s tetapi mulai 20 m di depan. Kapan dan di mana A menyusul B?

  1. Siswa membuat sketsa kedua garis di kertas dan menandai di mana mereka kira garis-garis itu berpotongan.
  2. Tekan Jalankan dengan nilai bawaan dan aktifkan "Tampilkan segitiga kemiringan Δs/Δt" untuk membaca setiap kelajuan dari grafik.
  3. Atur "Kelajuan mobil B" ke 0 dan jalankan lagi.

Hasil yang diharapkan: garis berpotongan pada t = 5 s, 40 m dari titik awal A (t = 20/(8 − 4)). Dengan mobil B berhenti, garisnya datar dan A mencapainya pada 2,5 s. Lalu tanyakan: kelajuan B berapa yang membuat garis tidak pernah berpotongan? (Kelajuan 8 m/s atau lebih.)

2. Apakah menggandakan massa membuat percepatan menjadi setengah?

Kelas 9–10 · Hukum II Newton – menarik balok

Hukum II Newton – menarik balok pada bidang

Pertanyaan pemandu: Jika kita menggandakan massa balok tetapi menarik dengan gaya yang sama, apa yang terjadi pada percepatan?

  1. Jalankan nilai bawaan: F = 10 N, m = 2 kg, μ = 0,2, permukaan datar. Catat a dari keluaran.
  2. Prediksi, lalu atur massa ke 4 kg dan tekan Atur ulang.
  3. Ulangi kedua percobaan dengan μ = 0.

Hasil yang diharapkan: dengan gesekan, a turun dari 3,04 m/s² menjadi 0,54 m/s², jauh kurang dari setengah, karena gesekan (μN) ikut menjadi dua kali lipat dan menyita sebagian besar dari 10 N. Tanpa gesekan, a berubah dari 5,0 menjadi 2,5 m/s², tepat setengah. Pengayaan: atur kemiringan ke 30° dan cari gaya bilangan bulat terkecil yang menggerakkan balok naik bidang. Pada 13 N balok tetap diam (gesekan statis); pada 14 N balok bergerak dengan a = 0,40 m/s².

3. Ke mana momentum pergi dalam sebuah tabrakan?

Kelas 9–11 · Tumbukan pada rel udara

Pertanyaan pemandu: Dua kereta bertumbukan. Adakah sesuatu yang sama sebelum dan sesudahnya?

  1. Pakai nilai bawaan: m₁ = 1 kg pada 3 m/s, m₂ = 2 kg pada −1 m/s, lenting. Jalankan dan salin baris Sebelum dan Sesudah pada tabel.
  2. Tekan "Ganti jenis tumbukan" untuk kasus menempel (tak lenting) dan jalankan lagi.
  3. Bandingkan momentum total dan energi kinetik pada kedua kasus.

Hasil yang diharapkan: momentum total selalu 1 kg·m/s. Pada tumbukan lenting kereta berpisah dengan sekitar −2,33 m/s dan 1,67 m/s dan energi kinetik tetap 5,5 J. Saat menempel, keduanya bergerak bersama pada 0,33 m/s dan hanya sekitar 0,17 J energi kinetik yang tersisa: 5,33 J berubah menjadi kalor dan deformasi.

Energi dan fisika termal

4. Apakah pemain skate yang lebih berat melaju lebih cepat di dasar?

Kelas 7–10 · Taman skate – kekekalan energi mekanik

Pertanyaan pemandu: Dua pemain skate meluncur dari ketinggian yang sama. Satu bermassa 25 kg, yang lain 100 kg. Siapa yang lebih cepat di dasar?

  1. Pada layar Pengantar dengan Lereng, jatuhkan pemain skate dari tepi setinggi 8 m dan baca kelajuan di dasar.
  2. Ubah "Massa pemain skate" dan ulangi.
  3. Beralih ke layar Gesekan, naikkan μ dan perhatikan batang energi termal.

Hasil yang diharapkan: keduanya mencapai sekitar 12,5 m/s, karena v = √(2gh) tidak bergantung pada massa. Pemain yang lebih berat memiliki energi empat kali lipat, bukan kelajuan lebih tinggi. Untuk kelas 11–12, pakai lintasan Loop: teori mengatakan titik lepas harus setidaknya 2,5 × jari-jari loop (2,2 m) di atas dasar, sekitar 5,5 m, atau pemain skate lepas dari lintasan.

5. Mengapa air nyaris tidak menghangat?

Kelas 8–10 · Kesetimbangan termal – benda panas dalam air

Pertanyaan pemandu: Sebuah balok aluminium 0,5 kg pada 100 °C dimasukkan ke dalam 1 kg air pada 20 °C. Berapa suhu akhirnya?

  1. Siswa menulis prediksi. Banyak yang menjawab sekitar 60 °C, "di tengah-tengah".
  2. Jalankan nilai bawaan dan baca suhu kesetimbangannya.
  3. Ganti bahannya menjadi tembaga, lalu air, dengan massa yang sama.

Hasil yang diharapkan: hanya sekitar 27,6 °C. Air membutuhkan 4.200 J untuk menaikkan 1 kg sebesar 1 °C, aluminium hanya 880 J, sehingga air "menang". Tembaga memberi 23,5 °C. Air panas 100 °C memberi 46,7 °C. Lanjutkan dengan simulasi kalor jenis: dengan 500 W selama 60 s, 1 kg air naik sekitar 7 °C sementara 1 kg aluminium naik sekitar 34 °C.

Gelombang dan cahaya

6. Frekuensi mana yang membentuk gelombang stasioner?

Kelas 10–12 · Gelombang stasioner pada tali

Pertanyaan pemandu: Mengapa tali hanya "terkunci" pada sebuah pola di frekuensi tertentu?

  1. Mulai dari nilai bawaan (tali 1,2 m, kecepatan gelombang 24 m/s, 20 Hz) dan hitung simpul dan perut.
  2. Geser frekuensi ke 22 Hz dan perhatikan polanya merambat. Tekan "Setel f ke harmonik terdekat".
  3. Siswa memprediksi frekuensi gelombang stasioner terendah, lalu mengujinya. Terakhir, centang "Ujung kanan bebas".

Hasil yang diharapkan: 20 Hz memberi λ = 1,2 m, dua perut, dan tiga simpul. Frekuensi dasarnya v/2L = 10 Hz, dan harmoniknya 10, 20, 30, 40 Hz… Dengan satu ujung bebas hanya pola seperempat gelombang ganjil yang cocok: 5, 15, 25 Hz.

7. Cari indeks bias sebuah bahan misterius

Kelas 9–11 · Sinar cahaya – pembiasan dan pemantulan sempurna

Sinar cahaya – pembiasan, pemantulan sempurna, dan prisma

Pertanyaan pemandu: Bagaimana Anda mengenali bahan transparan yang belum pernah Anda lihat?

  1. Pada layar Pengantar, arahkan laser dari udara ke air pada 45° dan baca sudut bias dengan busur derajat.
  2. Pilih Misteri A sebagai medium bawah. Ukur i dan r untuk tiga sudut dan hitung n = sin i / sin r.
  3. Tekan "Periksa misteri". Lalu letakkan kaca di atas dan udara di bawah, dan cari sudut tempat sinar bias menghilang.

Hasil yang diharapkan: udara ke air pada 45° memberi r ≈ 32°. Misteri A memiliki n = 1,20 (r ≈ 36° pada 45°), Misteri B memiliki n = 1,60. Kaca ke udara memiliki sudut kritis sekitar 41,8°; air ke udara sekitar 48,8°. Ini tempat yang bagus untuk pertanyaan angka dengan toleransi ± 0,05.

Listrik

8. Seri atau paralel: lampu mana yang menyala lebih terang?

Kelas 8–10 · Kit perakitan rangkaian listrik searah

Pertanyaan pemandu: Dua lampu yang sama, satu baterai. Apakah lebih terang secara seri atau paralel?

  1. Buka rangkaian awal "Dua lampu seri", lalu "Dua lampu paralel". Siswa mengurutkan kecerahannya lebih dulu.
  2. Pakai voltmeter untuk mengukur tegangan pada setiap lampu di kedua rangkaian.
  3. Pada layar Laboratorium, rakit baterai 9 V dengan resistor 10 Ω dan 20 Ω secara seri dan ukur.

Hasil yang diharapkan: lampu paralel lebih terang, karena masing-masing mendapat tegangan penuh baterai. Pada rangkaian resistor, amperemeter membaca 0,30 A dan voltmeter membaca 3 V dan 6 V, yang berjumlah tepat 9 V. Untuk pelajaran lengkap tentang V = IR, lihat RPP hukum Ohm.

Fisika modern

9. Mengapa cahaya merah yang terang tidak bisa melepaskan elektron?

Kelas 11–12 · Efek fotolistrik

Efek fotolistrik dan kuanta cahaya

Pertanyaan pemandu: Apakah cahaya yang lebih terang selalu melepaskan elektron dari logam?

  1. Pilih natrium (A = 2,28 eV). Atur panjang gelombang ke 700 nm dan intensitas ke 100%.
  2. Turunkan panjang gelombang dengan langkah 10 nm sampai elektron muncul.
  3. Pada 400 nm, ubah hanya intensitasnya, lalu coba seng.

Hasil yang diharapkan: pada 700 nm tidak terjadi apa-apa pada intensitas berapa pun, karena setiap foton hanya membawa 1,77 eV. Elektron pertama kali muncul pada 540 nm (ambang λ₀ ≈ 544 nm). Pada 400 nm, foton membawa 3,10 eV dan Ek(maks) = 0,82 eV. Cahaya yang lebih terang memberi lebih banyak elektron, bukan elektron yang lebih cepat. Seng membutuhkan cahaya di bawah sekitar 289 nm.

10. Bisakah Anda memprediksi inti mana yang meluruh berikutnya?

Kelas 9–12 · Peluruhan radioaktif dan waktu paruh

Pertanyaan pemandu: Jika peluruhan bersifat acak, bagaimana waktu paruh bisa tepat?

  1. Jalankan N₀ = 200 dengan waktu paruh 4 s dan baca N pada 4, 8, dan 12 s.
  2. Ulangi dengan N₀ = 50, lalu dengan 400.

Hasil yang diharapkan: teori mengatakan tersisa 100, 50, dan 25 inti. Siswa melihat bahwa tidak ada yang bisa mengatakan inti mana yang meluruh berikutnya, namun sampel menjadi setengah setiap 4 s. Dengan 50 inti jumlahnya tampak menyimpang dari kurva; dengan 400 ia menempel erat pada kurva.

Miskonsepsi mana yang disasar setiap ide?

Pilihlah ide berdasarkan gagasan keliru yang paling sering Anda dengar di kelas, bukan hanya berdasarkan topik. Tabel ini juga menyarankan pertanyaan untuk dilampirkan pada tautan.

Ide Gagasan keliru yang umum Pertanyaan untuk dilampirkan
1. Dua mobil "Garis berpotongan di tempat mobil memiliki kelajuan yang sama." Angka: waktu bertemu (5 s ± 0,1)
2. Hukum II Newton "Massa dua kali lipat selalu berarti percepatan setengahnya." Angka: a dengan m = 4 kg (0,54 m/s² ± 0,02)
3. Tumbukan "Energi dan momentum adalah hal yang sama." Pilihan ganda: besaran mana yang kekal saat kereta menempel?
4. Taman skate "Benda yang lebih berat melaju lebih cepat menuruni lereng." Prediksi: siapa yang lebih cepat di dasar?
5. Kesetimbangan termal "Suhu akhir berada di tengah-tengah." Angka: 27,6 °C ± 0,5
6. Gelombang stasioner "Frekuensi apa pun menghasilkan gelombang stasioner." Angka: frekuensi terendah (10 Hz ± 0,5)
7. Pembiasan "Cahaya selalu membelok mendekati garis normal." Angka: sudut kritis (41,8° ± 0,5)
8. Rangkaian "Lampu paralel berbagi tegangan." Teks singkat: mengapa lampu paralel lebih terang?
9. Efek fotolistrik "Cahaya lebih terang memberi elektron lebih cepat." Prediksi: apa yang terjadi pada 700 nm dan intensitas 100%?
10. Peluruhan radioaktif "Setelah dua waktu paruh, tidak ada yang tersisa." Angka: jumlah teoretis tersisa setelah 12 s (25 ± 1)

Pertanyaan prediksi mengunci simulasi sampai siswa mengunci jawabannya, sehingga cocok untuk ide 4 dan 9, tempat tebakan pertama paling berarti.

Cara menjalankannya di kelas

Setiap ide cocok dengan salah satu dari tiga format.

  • Prediksi seluruh kelas. Ide 2, 4, dan 5 menghasilkan prediksi keliru yang kuat. Kumpulkan suara, lalu jalankan simulasi di proyektor dalam mode presentasi (tambahkan ?present=1 pada tautan Anda). Panduan Predict–Observe–Explain memberikan rutinitas lengkapnya, dan mengajar dengan proyektor membahas mode presentasi dan kode QR yang memindahkan siswa ke perangkat mereka sendiri.
  • Kerja berpasangan dengan target. Ide 1, 6, 7, dan 9 memiliki angka yang harus dicari. Buat satu tautan per kelas di halaman Bagikan dan sematkan nilai awalnya, agar setiap pasangan mulai dari pengaturan yang sama.
  • Pengecekan cepat. Lampirkan set pertanyaan pada tautan. Pertanyaan angka yang diperiksa dengan toleransi cocok di sini: "Berapa sudut kritis dari kaca ke udara?" (41,8°, ± 0,5°). Lihat memakai simulasi untuk penilaian formatif untuk menindaklanjuti jawabannya.

Batasi setiap kegiatan 15–25 menit, dan akhiri dengan satu kalimat "mengapa" tertulis. Jika sebuah ide membutuhkan pengaturan yang berbeda dari yang ditawarkan pustaka, Anda bisa menekan Sesuaikan dengan AI pada halaman simulasi dan mengedit salinan Anda sendiri dengan AI. Periksa nilainya sebelum kelas, karena keluaran AI bisa mengandung kesalahan.

Pertanyaan umum

Ide mana yang paling cocok untuk pelajaran simulasi pertama?

Taman skate (ide 4) atau dua mobil (ide 1). Keduanya hampir tidak memerlukan petunjuk, dan prediksinya membelah sebagian besar kelas.

Bisakah saya memakai simulasi fisika ini tanpa perangkat untuk setiap siswa?

Bisa. Jalankan di proyektor dalam mode presentasi dan kumpulkan prediksi dengan mengacungkan tangan atau di papan tulis mini. Berpasangan berbagi satu ponsel juga berhasil untuk setiap ide di sini.

Berapa lama setiap ide berlangsung?

Sebagian besar memakan 15–20 menit, termasuk prediksi dan diskusi singkat. Ide 7 dan 8 bisa mengisi satu pelajaran penuh jika siswa mengumpulkan tabel data.

Bagaimana mencegah siswa sekadar menyalin nilai yang diharapkan?

Sematkan nilai awal yang berbeda pada setiap tautan kelas, misalnya panjang tali yang berbeda pada ide 6 atau kelajuan mobil yang berbeda pada ide 1. Metodenya tetap sama, tetapi jawabannya berubah.

Apakah angka dalam simulasi itu realistis?

Angka itu berasal dari persamaan standar, dengan g = 9,8 m/s² dan konstanta buku teks. Semuanya adalah model, jadi ada hal yang ditinggalkan, seperti hambatan udara pada ide 4 atau kalor yang hilang ke kalorimeter pada ide 5. Tanyakan kepada siswa apa yang diabaikan setiap model.