Praktikum Virtual Titrasi Asam–Basa dan Kurva pH
Diperbarui 2026-10-06
Praktikum virtual titrasi ini mencakup dua praktikum sekolah dalam satu simulasi. Bagian A sesuai dengan praktikum wajib AQA GCSE tentang titrasi: siswa menambahkan natrium hidroksida dari buret ke asam klorida sampai indikator berubah warna, mencatat volume titran, dan menghitung konsentrasi asam. Bagian B mengikuti praktikum AP Chemistry tentang bagaimana kekuatan asam membentuk kurva titrasi: siswa menitrasi asam kuat dan asam lemah, membandingkan kurvanya, membaca pKa pada titik setengah ekuivalen, dan menguji dua indikator. Setiap tetes memperbarui pH dan kurvanya, sehingga siswa melihat mengapa titik akhirnya begitu tajam.
Keterkaitan dengan kurikulum
- AQA GCSE Chemistry 4.4.2.5 (titrasi) dan praktikum wajibnya tentang menentukan volume yang bereaksi antara asam kuat dan basa kuat.
- AP Chemistry Unit 8, topik 8.5 Acid–Base Titrations (SAP-9.E), dan praktikum AP Chemistry tentang kurva titrasi asam dengan kekuatan dan konsentrasi yang berbeda.
- Titrasi yang sama muncul dalam IB Chemistry dan A-level Chemistry.
Simulic tidak berafiliasi dengan College Board maupun AQA dan tidak didukung oleh keduanya.
Sebelum praktikum (5 menit)
Minta siswa menetapkan prediksi:
"20 mL HCl 0,10 M dan 20 mL CH₃COOH 0,10 M masing-masing dititrasi dengan NaOH 0,10 M. Mana yang memerlukan NaOH lebih banyak untuk mencapai titik ekuivalen?"
Perkirakan banyak suara untuk HCl ("asamnya lebih kuat"). Biarkan pertanyaannya terbuka.
Langkah kerja dalam simulasi
Bagian A: volume yang bereaksi (GCSE)
- Atur Asam ke HCl, C(asam) ke 0,08 M, V(asam) ke 25 mL, C(NaOH) ke 0,10 M, dan Indikator ke fenolftalein. Sematkan nilai ini pada tautan kelas.
- Titrasi kasar: tekan +1 mL sampai larutan di labu berubah merah muda. Catat volumenya.
- Tekan Mulai ulang. Tambahkan +1 mL sampai kurang 1 mL dari hasil titrasi kasar, lalu tekan +1 tetes sampai muncul warna merah muda pertama. Catat pembacaan buret.
- Hitung: mol NaOH = 0,10 × volume titran (dalam L), mol HCl = mol NaOH, konsentrasi HCl = mol ÷ 0,025 L.
Bagian B: kurva asam kuat vs asam lemah (AP)
- Atur HCl, 0,10 M, 20 mL, NaOH 0,10 M, fenolftalein. Catat pH pada setiap volume di tabel.
- Ganti Asam ke CH₃COOH dan ulangi.
- Ganti Indikator ke metil jingga untuk setiap asam. Baca kapan simulasi menyatakan warnanya berubah.
| V(NaOH) (mL) | 0 | 5 | 10 | 15 | 19 | 20 | 21 | 25 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| pH, HCl | ||||||||
| pH, CH₃COOH |
Hasil yang diharapkan
Bagian A. Pada 20,00 mL larutan di labu masih bening pada pH 7,00. Tetes berikutnya (20,05 mL) membawa pH ke 10,05 dan larutan berubah merah muda. Dengan volume titran 20,05 mL: n(NaOH) = 0,10 × 0,02005 = 0,002005 mol, dan c(HCl) = 0,002005 ÷ 0,025 = 0,080 mol/L. Titrasi ulangan memberi pembacaan yang sama, karena simulasi tidak memiliki galat pembacaan.
Bagian B. Pembacaan dari simulasi:
| V(NaOH) (mL) | 0 | 5 | 10 | 15 | 19 | 20 | 21 | 25 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| pH, HCl | 1,00 | 1,22 | 1,48 | 1,85 | 2,59 | 7,00 | 11,39 | 12,05 |
| pH, CH₃COOH | 2,88 | 4,27 | 4,75 | 5,22 | 6,02 | 8,72 | 11,39 | 12,05 |
- Kedua asam mencapai titik ekuivalen pada 20,00 mL: mol asam yang sama memerlukan mol NaOH yang sama.
- Asam lemah dimulai lebih tinggi, naik perlahan melalui daerah penyangga, dan titik ekuivalennya pada pH 8,72, bukan 7.
- Pada titik setengah ekuivalen (10,00 mL) pH asam lemah 4,75, sesuai dengan pKa = 4,74.
- Fenolftalein berubah warna pada 20,00 mL (HCl) dan 19,99 mL (CH₃COOH). Metil jingga cocok untuk HCl (19,98 mL) tetapi berubah pada 6,22 mL untuk CH₃COOH, galat sekitar −69%.
Pertanyaan untuk siswa
- (Prediksi, ditanyakan lagi setelah praktikum) Asam mana yang memerlukan NaOH lebih banyak untuk mencapai titik ekuivalen?
- Pada Bagian B, apa variabel bebasnya?
- Pada Bagian A, berapa konsentrasi HCl?
- Berapa pH larutan CH₃COOH pada titik setengah ekuivalen, dan apa artinya?
- Mengapa metil jingga merupakan indikator yang buruk untuk titrasi CH₃COOH?
Jawaban untuk guru: (1) Keduanya sama: 20,00 mL. (2) Jenis asam, kuat atau lemah. (3) 0,080 mol/L (terima 0,078–0,082). (4) 4,75, sama dengan pKa asam asetat (terima 4,72–4,78). (5) Trayek perubahan warnanya (pH 3,1–4,4) berada di daerah penyangga, jauh sebelum lonjakan curam, sehingga berubah pada sekitar 6 mL, bukan 20 mL.
Miskonsepsi umum
- "Asam kuat memerlukan basa lebih banyak." Kekuatan asam mengubah pH, bukan jumlah mol asam. Mol yang sama memerlukan volume yang sama.
- "Titik ekuivalen selalu pada pH 7." Hanya untuk asam kuat dengan basa kuat. Ion asetat membuat larutan pada titik ekuivalen asam lemah bersifat basa.
- "Titik akhir dan titik ekuivalen adalah hal yang sama." Titik akhir adalah saat indikator berubah warna. Titik akhir hanya sama dengan titik ekuivalen jika trayek indikator berada di dalam lonjakan.
Pengayaan
- Konsentrasi dan lonjakan: atur kedua konsentrasi ke 0,01 M dan bandingkan besar lonjakan pH dengan kurva 0,10 M. Tanyakan indikator mana yang masih cocok.
- Batas buret: atur C(asam) ke 0,5 M dan V(asam) ke 50 mL. Simulasi memperingatkan bahwa volume ekuivalen melebihi 50 mL. Siswa merancang ulang titrasi agar volume titran 10–25 mL.
Pertanyaan umum
Bisakah konsentrasi asam disembunyikan sebagai sampel yang benar-benar tidak diketahui?
Tidak. Simulasi menampilkan konsentrasi asam dan volume ekuivalen. Pakai Bagian A untuk teknik dan perhitungan, dan simpan sampel yang benar-benar tidak diketahui untuk praktikum nyata.
Kelas saya hanya GCSE. Pertanyaan mana yang sebaiknya saya pakai?
Pertanyaan 1, 3, dan langkah kerja Bagian A. Ganti pertanyaan 4 dan 5 dengan pertanyaan Anda sendiri, misalnya "Mengapa kita menambahkan NaOH tetes demi tetes di dekat titik akhir?"
Mengapa pH melonjak dari 7,00 ke 10,05 dalam satu tetes?
Pada titik ekuivalen tidak ada kelebihan asam maupun basa. Satu tetes tambahan NaOH 0,10 M merupakan kelebihan OH⁻ yang besar dalam larutan yang hampir tidak mengandung H⁺, sehingga pH naik sekitar tiga satuan.
Simulasi dan panduan terkait
Asam Kuat vs Asam Lemah – Konsentrasi Sama, Apa Bedanya?
Asam, basa, dan indikator – titrasi tetes demi tetes
Untuk membahas daerah penyangga lebih dalam, lihat praktikum virtual larutan penyangga. Untuk dasar-dasar pH, lihat RPP skala pH. Untuk membuat kuis di sekitar simulasi ini, lihat cara menambahkan simulasi ke soal kuis.