Pautan gen – pindah silang dan pemetaan genetik

BiologiGenetikaUsia 17–18

Gunakan di kelas saya

Dua gen terletak pada kromosom yang sama: seret jarak antara keduanya untuk mengubah frekuensi rekombinasi dan amati perbandingan empat jenis gamet (dua gamet parental mendominasi, sedangkan dua gamet rekombinan selalu sama banyak dan masing-masing sebesar f/2). Telusuri balik dari perbandingan gamet yang teramati untuk memperkirakan jarak peta dalam sentimorgan.

Pelajaran: Pautan gen dan pindah silang

Yang ditunjukkan

Gen-gen yang terletak pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama, tetapi pindah silang di antara keduanya selama meiosis menghasilkan gamet rekombinan. Frekuensi rekombinasi f adalah proporsi gamet rekombinan. Makin jauh jarak dua gen, makin besar peluang pindah silang terjadi di antaranya, sehingga f dapat dipakai sebagai jarak peta: rekombinasi 1% setara dengan 1 centiMorgan (cM). Dua jenis gamet parental masing-masing berjumlah (1 − f)/2 dan dua jenis rekombinan masing-masing f/2. Karena satu pindah silang hanya melibatkan dua dari empat kromatid, f tidak pernah melebihi 50%, yaitu nilai yang diharapkan untuk gen pada kromosom berbeda.

Cara menggunakan

Atur Jarak antargen dan baca rasio teoretis keempat jenis gamet pada grafik dan tabel. Ubah Susunan heterozigot dari Cis (AB/ab) ke Trans (Ab/aB) dan perhatikan gamet mana yang menjadi parental. Ubah Jumlah sel meiosis yang disimulasikan lalu tekan Ulangi meiosis untuk membandingkan jumlah rekombinan yang terhitung dengan teori, kemudian gunakan f hasil pengamatan untuk memperkirakan jarak dalam cM.

Parameter yang dapat diubah

  • Jarak antargen 0–50 cM
  • Susunan heterozigot Cis (AB/ab), Trans (Ab/aB)
  • Jumlah sel meiosis yang disimulasikan 100–5000

Pertanyaan untuk dijelajahi

  1. Mengapa frekuensi rekombinasi tidak pernah melebihi 50%, bahkan untuk gen yang letaknya sangat jauh?
  2. Pada heterozigot trans Ab/aB dengan f = 20%, berapa proporsi gamet AB yang dihasilkan?
  3. Bagaimana selisih antara frekuensi rekombinasi pengamatan dan teoretis berubah jika jumlah sel meiosis yang disimulasikan ditambah?